Rabu, 28 November 2012

Budidaya Cabe Merah dan Tomat (Harapan Petani)

Menanam cabe merah dan tomat pada pada saat musim,kemarau tahun 2012, pada awalnya memang terinpirasi lonjakan harga cabe dan tomat pada  medio akhir tahun 2011, yang mana kala itu  harga cabe cukup bagus dan harga tomat mencapai  puncaknya sampai menembus harga  Rp. 8.000,-/Kg bayangkan saja keuntungan petani dengan hanya memiliki tanaman toman 3000 pohon saja bisa sampai mengantongi  Rp. 30.000.000,- jutaan, terbayar sudah jerih payah  budidaya saat awal tanam, karena waktu itu  musim kemarau tanaman harus disiram dimana  untuk daerah pegunungan sangat sulit menyediakan air untuk menyiram.
Namun apa lacur, memang petani tidak boleh latah, setiap petani memiliki pemikiran sama, serempak menanam cabe maupun tomat, kemarau cukup panjang, berbagai cara diupayakan dengan harapan cabe berbuah lebat dan pada saat panen harga tinggi, tapi apa daya tanaman tidak tidak tumbuh optimal, trips menyerang karena panasn ulat meraja lela............ dan apa yang terjadi  saat panen, buah yang dipanen relatip sedikit dan saat dijual harga menukik tajam, untuk cabe merah sampai menyentuh lepel harga tiga ribu rupiah saja dan bahkan untuk harga tomat hanya cuma tiga ratus rupiah saja pada tingkat petani.
Musim hujan datang, tanah tersiram air dan hikmahnya karena kandungan pupuk dalam tanah belum banyak terserap oleh tanaman maka begitu masuk musim penghujan tanaman cabe yang tadinya tumbuh kerdil tiba-tiba menjadi subur,.............inilah harapan baru dari buah sirung ( cabe yang dihasilkan dari tanaman melalui tunas Baru), dan saat panen mudah mudahan harga juga sudah melompat naik dan yang perlu diperhatikan ialah bahwa  pemeliharaan buah sirung pada umumnya kurang intensif dan relatip rentan terhadap serangan lalat buah dan bahaya patek!

Tanaman Cabe Saat Muncul Tunas Baru (Sirung)

  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar