Sabtu, 16 Maret 2013

Usaha Penggemukan Sapi Potong



Penggemukan sapi adalah usaha pemeliharaan ternak dengan cara mengandangkan secara terus-menerus selama periode tertentu yang bertujuan meningkatkan produksi daging dengan mutu yang lebih baik sebelum ternak dipotong.  Untuk itu kebutuhan nutrisinya harus terpenuhi dengan baik, sehingga mampu memacu peningkatan bobot badan sapi dalam waktu singkat.

Sistem penggemukan sapi di Indonesia dikenal dengan sistem kereman.  Penggemukan sapi dengan sistem kereman dilakukan dengan  cara   menempatkan sapi-sapi  dalam  kandang  terus-menerus selama  beberapa bulan.  Sistem ini tidak begitu berbeda dengan penggemukan sapi dry lot, kecuali tingkatnya yang masih sangat sederhana.  Pemberian makan dan air minum dilakukan dalam kandang yang sederhana selama berlangsungnya proses penggemukan.  Pakan yang diberikan terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan yang tergantung pada ketersediaan hijauan dan pakan konsentrat.  Apabila hijauan tersedia banyak maka hijauanlah yang diberikan lebih banyak diberikan.  Sebaliknya, apabila pakan konsentrat mudah diperoleh, tersedia banyak, dan harganya relatif murah maka pemberian konsentratlah yang diperbanyak.  Namun, ada pula peternak yang hanya memberikan hijauan saja tanpa pemberian konsentrat ataupun pakan lainnya.  Sudah barang tentu hal ini dapat dilakukan pada daerah-daerah yang masih potensial menyediakan hijauan.  

Pengertian konsentrat dalam penggemukan sapi sistem kereman adalah sederhana, yakni hanya terdiri dari satu jenis dan paling banyak dua jenis bahan pakan saja.  Misalnya, konsentrat itu hanya berupa dedak padi saja atau ampas tahu, ataupun hasil ikutan industri pertanian lainnya.  Adapula yang membuat konsentrasi itu berupa campuran dedak padi dengan ubi kayu yang dilumatkan dan kemudian direndam dalam air panas dalam beberapa saat.

Penggemukan sapi dengan sistem kereman ini terdapat di Indonesia, beberapa faktor yang mendukung berkembangnya usaha penggemukan dengan sistem kereman di beberapa daerah, yaitu :

1.    Bakalan sapi untuk penggemukan cukup tersedia dan relatif mudah diperoleh,
2.    Ketersediaan hijauan, termasuk limbah pertanian, cukup potensial dan tersedia sepanjang tahun,
3.  Ketersediaan  ikutan industri pertanian seperti ampas tahu, ampas brem, ampas nanas, dan sebagainya cukup potensial dan tersedia sepanjang tahun,
4.    Kotoran sapi berupa pupuk kandang sangat diperlukan untuk memupuk tanaman pertanian penduduk.  Pada umumnya sapi bakalan yang digunakan untuk penggemukan dengan sistem kereman adalah sapi jantan yang telah berumur sekitar 1-2 tahun dalam kondisi kurus.  Lama penggemukan berkisar 3-6 bulan.
 Pertambahan berat badan yang dijadikan pada penggemukan sapi sistem kereman sangat bervariasi dan terutama tergantung pada pakan atau ransum yang diberikan. 
5.   Pertambahan bobot dapat mencai rata-rata 0,8 kg/hari.  Dari penelitian yang telah dilakukan pada sapi peternakan ongol dan jantan sapi perah juga diperoleh rata-rata pertambahan bobot masing-masing adalah 0,52 kg/hari dan 0,4 kg/hari dengan hanya memberikan hijauan saja tanpa ada penambahan konsentrat.  Apabila ransum yang diberikan hanya hijauan saja maka pertambahan bobot badan yang dicapai tidak akan setinggi pertambahan bobot badan yang mendapat ransum berupa hijauan dan konsentrat. 

  Anda berminat investasi di ternak sapi.......... Info lebih lanjut dan konfirmasi  dapat  menghubungi di nomor  085320407387 (as), 087725590512 ( xl), 08880182462 (smart), trasfer modal melalui rek bri : 4061-01-004416-53-4, atau mandiri  melalui rek no 131-00-1101369-7,   an.  E. NURHAYATI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar