Sabtu, 16 Maret 2013

Usaha Penggemukan Sapi Potong



Penggemukan sapi adalah usaha pemeliharaan ternak dengan cara mengandangkan secara terus-menerus selama periode tertentu yang bertujuan meningkatkan produksi daging dengan mutu yang lebih baik sebelum ternak dipotong.  Untuk itu kebutuhan nutrisinya harus terpenuhi dengan baik, sehingga mampu memacu peningkatan bobot badan sapi dalam waktu singkat.

Sistem penggemukan sapi di Indonesia dikenal dengan sistem kereman.  Penggemukan sapi dengan sistem kereman dilakukan dengan  cara   menempatkan sapi-sapi  dalam  kandang  terus-menerus selama  beberapa bulan.  Sistem ini tidak begitu berbeda dengan penggemukan sapi dry lot, kecuali tingkatnya yang masih sangat sederhana.  Pemberian makan dan air minum dilakukan dalam kandang yang sederhana selama berlangsungnya proses penggemukan.  Pakan yang diberikan terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan yang tergantung pada ketersediaan hijauan dan pakan konsentrat.  Apabila hijauan tersedia banyak maka hijauanlah yang diberikan lebih banyak diberikan.  Sebaliknya, apabila pakan konsentrat mudah diperoleh, tersedia banyak, dan harganya relatif murah maka pemberian konsentratlah yang diperbanyak.  Namun, ada pula peternak yang hanya memberikan hijauan saja tanpa pemberian konsentrat ataupun pakan lainnya.  Sudah barang tentu hal ini dapat dilakukan pada daerah-daerah yang masih potensial menyediakan hijauan.  

Pengertian konsentrat dalam penggemukan sapi sistem kereman adalah sederhana, yakni hanya terdiri dari satu jenis dan paling banyak dua jenis bahan pakan saja.  Misalnya, konsentrat itu hanya berupa dedak padi saja atau ampas tahu, ataupun hasil ikutan industri pertanian lainnya.  Adapula yang membuat konsentrasi itu berupa campuran dedak padi dengan ubi kayu yang dilumatkan dan kemudian direndam dalam air panas dalam beberapa saat.

Penggemukan sapi dengan sistem kereman ini terdapat di Indonesia, beberapa faktor yang mendukung berkembangnya usaha penggemukan dengan sistem kereman di beberapa daerah, yaitu :

1.    Bakalan sapi untuk penggemukan cukup tersedia dan relatif mudah diperoleh,
2.    Ketersediaan hijauan, termasuk limbah pertanian, cukup potensial dan tersedia sepanjang tahun,
3.  Ketersediaan  ikutan industri pertanian seperti ampas tahu, ampas brem, ampas nanas, dan sebagainya cukup potensial dan tersedia sepanjang tahun,
4.    Kotoran sapi berupa pupuk kandang sangat diperlukan untuk memupuk tanaman pertanian penduduk.  Pada umumnya sapi bakalan yang digunakan untuk penggemukan dengan sistem kereman adalah sapi jantan yang telah berumur sekitar 1-2 tahun dalam kondisi kurus.  Lama penggemukan berkisar 3-6 bulan.
 Pertambahan berat badan yang dijadikan pada penggemukan sapi sistem kereman sangat bervariasi dan terutama tergantung pada pakan atau ransum yang diberikan. 
5.   Pertambahan bobot dapat mencai rata-rata 0,8 kg/hari.  Dari penelitian yang telah dilakukan pada sapi peternakan ongol dan jantan sapi perah juga diperoleh rata-rata pertambahan bobot masing-masing adalah 0,52 kg/hari dan 0,4 kg/hari dengan hanya memberikan hijauan saja tanpa ada penambahan konsentrat.  Apabila ransum yang diberikan hanya hijauan saja maka pertambahan bobot badan yang dicapai tidak akan setinggi pertambahan bobot badan yang mendapat ransum berupa hijauan dan konsentrat. 

  Anda berminat investasi di ternak sapi.......... Info lebih lanjut dan konfirmasi  dapat  menghubungi di nomor  085320407387 (as), 087725590512 ( xl), 08880182462 (smart), trasfer modal melalui rek bri : 4061-01-004416-53-4, atau mandiri  melalui rek no 131-00-1101369-7,   an.  E. NURHAYATI

Pakan Ternak Untuk Penggemukan Sapi Potong

         Pakan yang baik untuk sapi adalah yang dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein berfungsi untuk mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk sel-sel tubuh baru dan sumber energi. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi dan pembentukan lemak tubuh. Lemak berfungsi untuk pembawa vitamin A,D,E,K dan juga sebagai sumber energi. Pada sapi yang digemukkan secara setengah intensif ( kereman ) dan full intensif ( dry lot fattening ) lapisan lemak dapat menyelimuti serabut otot sehingga tekstur daging otot menjadi lembut ( kualitas terbaik ).Mineral diperlukan untuk pembentukan jaringan tulang dan urat serta mempermudah proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan.. Vitamin berfungsi untuk mempertahankan kekuatan tubuh dan kondisi kesehatan. 
 
           Dalam hal ketersediaan pakan di pedesaan, jerami adalah sumber pakan yang paling banyak di jumpai, sehingga fokus kita adalah pada jerami tersebut. Akan tetapi jerami adalah sumber pakan yang berkualitas rendah, ini dapat dilihat kandungan yang terdapat didalamnya yaitu protein 4,5 – 5,5 % – lemak 1,4 – 1,7% – serat kasar 31,5 – 46,5 % – Daya cerna 30 % ( seandainya makan 10 kg jerami maka yang diserap hanya 3 kg lainnya menjadi kotoran ), bandingkan dengan rumput gajah dimana protein 8,4 –11,4 % – lemak 1,7 – 1,9 % – serat kasar 29,5 – 33 % – daya cerna 52 %, dari perbandingan tersebut terlihat bahwa jerami terlalu kasar dan sangat sulit dicerna disamping kandungan protein dan lemak yang sedikit. Untuk meningkatkan mutu dari jerami maka diperlukan perlakuan khusus, berikut beberapa cara untuk meningkatkan mutu jerami :

1. Jerami padi dicampur dengan urea + starbio 

    Jerami yang akan dicampur harus ditimbang terlebih dulu.Jerami bisa dalam keadaan kering ataupun basah ( segar ). Untuk jerami kering, urea yang digunakan harus dilarutkan kedalam air terlebih dulu, setiap 100 kg jerami kering dibutuhkan 100 liter air sebagai pelarut urea.Sedang untuk jerami segar, urea tak perlu dilarutkan kedalam air.Bila jerami segar yang dipilih maka setiap 100 kg jerami di butuhkan 10 kg urea + 10 kg starbio untuk ditaburkan diatasnya( dengan kata lain 1 kg jerami dengan 1 ons urea + 1 ons starbio ).Cara mencampurnya yaitu jerami di buat berlapis-lapis, setiap lapisan tebalnya 10 cm, setelah lapisan pertama ditebarkan lalu di tumpuki lapisan kedua begitu seterusnya, kemudian tutup tumpukan tersebut dengan plastik agar terjadi fermentasi, hindarkan dari terik sinar matahari dan hujan. Tunggu 21 hari untuk diberikan hewan ternak. Pencampuran ini dimaksudkan untuk menghancurkan ikatan silika dan lignin pada selulosa jerami, sehingga mudah dicerna dan kaya akan nitrogen, tingkat daya cerna jerami dapat meningkat dari 30 % menjadi 52 %.
   
2. Jerami Padi kering dengan tetes.  

Jerami padi olahan ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 24 jam, yaitu jerami dipotong-potong, kemudian dicampur air dan tetes dengan perbandingan 2 : 1. Untuk setiap 10 kg jerami kering dibutuhkan tetes 1,5 kg dan air 3 kg ( 3 liter ), ditambah super phospat 25 gram ( 1 sendok makan ) dan amonium sulfat 25 gram juga, tunggu 24 jam baru diberikan pada sapi.

3. Jerami padi kering dengan larutan NaOH

Olahan jerami padi kering dilakukan dengan cara jerami dicuci dengan NaOH. Jerami padi sebanyak 1 kg disiram secara merata dengan larutan NaOH 30 gram + air 1 liter, kemudian selelah disiram tunggu minimal 6 jam agar silika hancur. Menurut Ditjen peternakan bahwa seekor sapi bisa diberikan jerami olahan ini sebanyak 5 kg + hijauan segar 5 kg + 5 gr mineral campuran yang bisa dibeli di toko dan garam dapur dua sendok makan.
 
Setelah mengetahui tata cara peningkatan mutu jerami yang membuat kita tidak perlu mengarit kesana kemari.

Sekarang kita membahas pakan tambahan yang berfungsi sebagai pemercepat pertambahan bobot sapi. Pakan tambahan ini adalah syarat mutlak dalam penggemukan sapi secara intensif. Berikut beberapa sumber pakan tambahan yang dapat di jumpai di kebanyakan daerah, serta kandungan yang terdapat di dalamnya.

Tabel 1

Nama Pakan
Protein %
( dalam 100 kg )
Lemak %
( dalam 100 kg )
TDN *
( dalam 100 kg )
Bahan Kering
Dedak Halus
14 %
3,32 %
87,6 %
86 %
Dedak kasar
9,9 %
2,10 %
56,3 %
84 %
Tepung Jagung
9,38 %
5,6 %
81,84 %
84,98 %
Gamblong
2,83 %
0,676 %
77,25 %
35 %
Ampas tahu
25,4 %
5,4 %
76,6 %
10,8 %
Kacang Kedele
48 %
3, 65 %
84,3%
87 %
Tepung Ikan
54,3 %
2,86 %
68,8 %
89 %
* TDN singkatan dari Total Digestible Nutrient, adalah jumlah persentase zat-zat makanan yang dapat dicerna.Perhitungannya berdasarkan penjumlahan persentase dapat dicerna dari protein, serat kasar, BETN ( bahan ekstrak tiada nitrogen ), serta ekstrak eter dengan konstanta 2,5.
Untuk lebih lengkapnya lihat Lampiran – Halaman paling belakang
Perlu di ketahui bahwa sapi mempunyai kemampuan mengkonsumsi pakan berdasarkan bobot, semakin berat bobot maka semakin banyak kemampuan makannya, berikut perkiraan kemampuan sapi dalam mengkonsumsi pakan :
Tabel 2

Bobot
( kg )
Kemampuan Mengonsumsi Pakan
( % dari bobot badan )
100 – 150
3,5
150 – 200
4
200 – 250
3,5
250 – 300
3
300 – 350
2,8
350 – 400
2,6
400 – 450
2,4
450 – 500
2
 
Perkiraan di atas berdasarkan pakan dengan kandungan kering. Contoh perhitungan bila kita mempunyai sapi bakalan yang siap digemukkan berbobot 400 kg maka konsumsi bahan keringnya adalah 400 x 2,4 % = 9,6 kg, dari kebutuhan ini kita bagi menjadi dua bagian yaitu 40 % pakan tambahan dan 60 % jerami atau rumput gajah, perbandingan ini sangat pas untuk penggemukan secara intensif. Jadi untuk jerami di butuhkan 60 % x 9,6 = 5, 76 kg sisanya yaitu 3,84 kg berupa pakan tambahan seperti dedak, tepung jagung, gamblong atau yang lain tergantung yang mana yang mudah didapatkan didaerah masing-masing. Berikut 2 jenis makanan pokok ( makanan kasar ) yang merupakan sumber serat kasar bagi sapi yang umumnya di jumpai di daerah.
Tabel 3
Nama Pakan
Protein
Lemak
TDN
Bahan Kering
Jerami
4,5 %
1,4 %
30 %
86 %
Rumput Gajah
8,7 %
2,01 %
49,2 %
23,8 %

Jadi sekarang bisa kita hitung angka riil yang dibutuhkah sapi yang berbobot 400 kg tersebut di atas. Sudah didapat dari perhitungan bahwa jerami kering yang dibutuhkan adalah 5,76 kg berarti kalo kita mengambil jerami pada umumnya dengan bahan kering 86 % perhitungannya riil sebagai berikut :
5,76 kg x 100 / 86 = 6,7 kg dan bila pakan tambahan yang di berikan hanya dedak kasar maka didapat 3,84 x 100 / 84 = 4, 57 kg. Jadi jelas sekarang untuk sapi bobot 400 kg di butuhkan jerami sawah atau hasil olahan seberat 6,7 kg timbangan dan dedak 4,6 kg timbangan ( pembulatan ).
Penyusunan Pakan Tambahan Yang Lengkap
Pakan tambahan seyogyanya tidak dedak saja, melainkan kombinasi dari berbagai jenis, untuk itu sebelumnya kita ketahui terlebih dulu kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk penggemukan.Berikut tabel kebutuhan nutrisi sapi jantan dalam berbagai kelompok umur :
Tabel 4
Berat sapi
( KG )
% SERAT KASAR
% PROTEIN
% TDN
200
15
13
86
250
20
11,4
80
300
23
10,4
80
350
25
10
80
400
25
9,5
77
450
35
9
75
600
28
8
70
800
20
7
60
* berdasarkan berat kering.
 
Sekarang kita coba menyusun ransum makanan sapi dengan maksimal pertambahan berat badan yaitu 1 kg keatas berdasarkan tabel 1 – 4. Kita susun ransum sapi dengan bobot 400 kg. Telah disinggung pada halaman sebelumnya bahwa untuk penggemukan secara intensif komposisi hijauan ( makanan kasar / serat kasar ) dengan konsentrat sebagai pakan tambahan dengan perbandingan 60 % : 40 %. Sedang sumber makanan yang tersedia adalah sebagai berikut :

- Jerami (sebagai pengganti hijauan sumber serat kasar krn mudah didapat dan murah)
- dedak halus
- dedak kasar pakan tambahan
.     - gamblong / ampas ketela
      - tepung jagung

Sapi dengan berat 400 kg membutuhkan makanan dalam berat kering sebesar 400 kg x 2,6 % (tabel 2) = 10,4 kg
Sekarang kita tentukan dulu serat kasar yang di butuhkan yaitu bersumber dari jerami. Karena kita sudah tentukan perbandingan 60 % untuk sumber serat kasar, maka jerami dengan kadar kering 86 % ( tabel 3 ) diperoleh :
( 10,4 kg x 60 % ) : 86 % = 7,26 kg sedangkan sisanya untuk pakan tambahan 10,4 – 7,26 = 3,14 kg
Untuk menyusun pakan tambahan ini diperlukan prioritas pencapaian target protein saja, sedang TDN hanya sebagai perbandingan. Karena penyusunan pakan tambahan yang terdiri dari 4 komponen atau bahan begitu sulit maka kita minta bantuan program untuk melakukan perhitungan, program yang sederhana kita buat memakai microsoft excel, kami sebut dengan Ransum ( klik saja ), sehingga didapatkan masing-masing komponen dengan memperhatikan bahan kering seperti tabel 1 didapat angka riil sbb :

Dedak halus : 1,5 kg x 100 /86 = 1,16 kg
Dedak kasar : 0,3 kg x 100/84 = 0,78 kg
Gamblong : 0,75 kg x 100/35 = 2,14 kg
Tep. Jagung : 0,6 kg x 100/84,98 = 0,7 kg

Sekarang Anda sudah mampu menyusun ransum dengan tepat-akurat, selanjutnya perlu mengetahui juga bahan-bahan tambahan yang mampu mempercepat pertumbuhan badan hewan ternak yang banyak dijual di pasaran. Kelebihan bahan-bahan tersebut adalah mampu mengefisienkan penyerapan makanan oleh ternak sehingga dapat mengurangi kebutuhan makanan yang telah kita hitung berdasar perhitungan teori, namun mampu menambah berat badan harian secara maksimal. Berikut bahan-bahan tersebut :

1. Bossdext
 
Merupakan suplemen ekstra berbentuk cair, formula ini terdiri dari enzim ekstrak tumbuhan pilihan dan bahan lain yang bermanfaat untuk meningkatkan proses pencernaan sapi, serta mengoptimalkan penyerapan dan efisiensi penggunaan pakan.Enzim yang terdapat dalam Bossdext ( boss = sapi,dext = air ) terdiri dari single cell protein bactery dan pemberiannya melalui oral dengan dicampur dan difermentasi lebih dulu dengan pakan tambahan sapi ( comboran ). Formula bossdext mengandung 32 enzim , 27 % substrat ( bionutrisi M.O ), 8 % chellate, 7 % garam elektrolit, 8 % vitamin, 7% ekstrak tambahan dan 11 % pelarut. Enzim adalah molekul protein yang berfungsi sebagai katalisator dalam reaksi biokimia yang diselenggarakan lewat aktivitas jasad renik. Sebagai katalisator, enzim dalam bossdext memungkinkan reaksi penguraian serat kasar di dalam rumen berlangsung lebih cepat.Selain itu, enzim ini juga mendukung aktivitas kerja mikroba rumen. Sedangkan chellate,vitamin dan garam elektrolit akan menjaga keseimbangan dalam proses metabolisme. Menurut penemunya yaitu HM Setio Hadi, penggemukan sapi dengan penggunaan Bossdext dapat meningkatkan bobot sapi 1,5 – 3,0 kg / hr bahkan ada yang mampu mencapai 4 kg /hr, asal bakalan sapi mempunyai genetik baik. Bagaimana cara membuat Bossdext perlu diketahui pula oleh kita, berikut caranya :

Bossdext yang diambil dari kemasan / botol tidak dapat diberikan langsung kepada sapi, melainkan harus dikultur terlebih dulu dengan melarutkannya kedalam air bersih, bebas kaporit dan antiseptik dan ber pH antara 6,8 – 7,2. Sumber yang terbaik adalah air tanah. Wadah untuk mengultur berupa bejana dari plastik atau tanah liat. Selama dalam proses pengulturan ini dilakukan pemberian aerasi secara terus menerus dengan aerator. Proses pembuatan kultur di lakukan ditempat teduh / tidak terkena sinar matahari secara langsung. Wadah tempat kultur dari plastik PVC dan tidak berwarna hitam karena akan menghambat masuknya sinar tidak langsung matahari yang membantu kerja bakteri pengurai. Berikut pembuatan kultur Bossdext :

1. Sediakan 3 ember plastik PVC bersih yang tidak berwarna hitam untuk seekor sapi.
2. Isi ember pertama dengan 5 liter air
3. Kocok isi botol bossdext, lalu ambil 30 mL ( dua tutup botol ) cairan bossdext dan masukkan cairan tersebut kedalam ember pertama yang telah terisi 5 liter air.
4. Beri aerasi selama 3 hari terus menerus dengan menggunakan aerator seperti di akuarium air hias yang banyak dijual di toko-toko ikan hias.Pemberian aerator ini akan menjamin keberhasilan pertumbuhan kultur yang aerob.
5. Pada hari berikutnya yaitu hari ke –2 lakukan hal yang sama seperti langkah nomor 2 hingga nomor 4 pada ember ke –2.
6. Pada hari berikutnya yaitu hari ke – 3 lakukan hal yang sama seperti langkah nomor 2 hingga 4 pada ember ke 3.
7. Pada hari ke-4 larutan kultur Bossdext pada ember pertama sudah dapat diberikan pada sapi. Untuk menguji keberhasilan proses pembuatan kultur ini bisa dilakukan dengan meraba dinding ember sebelah dalam yaitu terasa licin dan terdapat larutan menjendal yang berwarna bening ini berarti pembuatan kultur Bossdext telah berhasil.
8. Cuci bersih ember pertama yang telah usai dipakai lalu buat larutan kultur baru untuk tiga hari mendatang. Stu ember kultur bossdext untuk satu ekor sapi.

Kegagalan pembuatan kultur bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu standar baku air tidak memadai, ember tidak terbuat dari bahan PVC misal seng, belanga, ban bekas dan berwarna hitam, dosis dan prosedur salah, ruang pembuatan terlalu gelap atau terkena sinar matahari secara langsung, ember tertutup rapat, gelembung aerasi terlalu besar, ember terkontaminasi zat kimia misal sabun, deterjen, antiseptik. Sekarang kita membahas cara pemberian comboran dengan Bossdext sebagai campurannya, sebagai berikut :
1. Siapkan pakan tambahan yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu bisa dedak saja atau kombinasi dari berbagai bahan sesuai perhitungan yang telah kita tentukan pada bagian terdahulu, sesuai dengan bobot sapi pada tabel no.2
2. Ambil separuh dari larutan kultur bossdext dan tambahkan separuh pakan tambahan untuk porsi sehari, jika pada perhitungan kita diatas menghasilkan angka 3,14 kg maka ambil 1,57 kg untuk dicampurkan dengan separuh kultur bossdext, bisa ditambahkan garam dapur tanpa yodium secukupnya.
3. Aduk rata campuran tersebut dan bila kurang encer bisa ditambah air.
4. Biarkan campuran ini 1 jam agar terjadi fermentasi
5. Sisa kultur dan pakan tambahan diperlakukan sama untuk porsi sore hari
6. Setelah comboran habis dimakan oleh sapi,beri minum sepuasnya.
7. Beri sapi pakan jerami kering setelah 1- 2 jam pemberian combor, yaitu saat sapi mulai mengeluarkan air liur.
8. lakukan pemberian pakan dengan teratur setiap hari.
Demikian tata cara pembuatan kultur dan perlakuan bossdext dengan comboran.

2. Starbio
 
Sama halnya dengan bossdext, starbio adalah feed suplemen yang berfungsi membantu meningkatkan daya cerna pakan dalam lambung ternak. Starbio ini terdiri dari koloni mikrobe 9 ( bakteri fakultatif ) yang berasal dari lambung ternak ruminansia dan dikemas dalam campuran tanah dan akar rumput serta daun-daun yang telah membusuk. Mikroba yang terdapat didalamnya adalah mikroba lignolitik, selulitik,proteolitik, dan fiksasi nitrogen non simbiotik. Starbio dipasarkan berupa serbuk berwarna coklat. Bagaimana cara perlakuan starbio terhadap makanan sapi bisa di baca pada bab awal. Dengan teknologi ini pertambahan berat sapi bisa 1,2 kg / hari.

3. Bioplus
 
Zat ini berupa serbuk yang didalamnya terdiri dari bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus, Streptomyces sp dan cendawan fermentor lain. Bioplus dikembangkan dari limbah rumah pemotongan hewan . Isi rumen sapi yang ditampung di tempat pemotongan diseleksi dan dipelihara ( fermentasi ) dengan diberi pakan jerami. Semakin bagus pertumbuhan koloni mikrobe tersebut maka semakin bagus pengaruhnya untuk pemcernaan sapi.Mikrobe yang mempunyai kemampuan tinggi mengurai pakan berserat adalah bakteri selulitik dan protozoa selulitik. Protozoa yang berkembangbiak dalam rumen merupakan sumber protein hewani bagi sapi. Pemberiannya dicampurkan dengan pakan tambahan ( comboran ). Dimana 1 kg bioplus dapat dicampur dengan 400 kg comboran kering, dengan kata lain 2,5 kg comboran kering bioplusnya 10 g. Bioplus ini mampu meningkatkan berat harian sapi sebesar 0,68 kg.

Angin Puting Beliung di Ciamis

Pada hari Jum'at tanggal 15 Maret 2013 sekitar pukul 14.30 bbwi, di desa Mekarwangi kec. Sukamantri - Ciamis terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Sebenarnya angin tersebut relatif tidak begitu kencang, namun demikian kejadian tersebut mengakibatkan robohnya pohon kiteja dan pohon bungur di makam gintung yaitu pemakaman  umum  desa setempat dan menimpa rumah salah seorang warganya.

Menurut kesaksian warga di tempat kejadian disampaikan bahwa ketika hujan tersebut tiba-tiba angin di sekitar pemakaman berputar (miuh) yang mengakibatkan pohon bungur dan pohon kiteja roboh dan menimpa bagian dapur rumah milik Sdr.  Jaka  di dusun Pajagan blok Sawahgintung, RT 15 RW IV , Desa Mekarwangi, serta menimbulkan kerugian yang  diperkirakan beberapa ratus ribu, tidak menelan korban jiwa.  



Selain kejadian tersebut angin puting beliung juga meruksak areal pertanian, yang mana  tanaman jagung milik Sdr Ading yang diperkirakan baru berusia  satu bulan rebah hampir rata dengan tanah.




Kamis, 14 Maret 2013

Ngusep Lubang

Lubang dalam peristilahan bahasa sunda adalah sejenis ikan yang hidup di sungai-sungai dan atau sidat dalam bahasa indonesia,  bentuk fisik memanjang dan sangat licin seperti belut, rasanya lebih gurih dibandingkan dengan belut malah rasanya cenderung mendekati rasa ikan lele (dari rasa dapat dikatakan rajanya rasa ikan), diperkirakan jumlahnya  sedikit dan masih jarang dibudidayakan dan diperjualbelikan.

Tempo dulu mana kala penggunaan Portas belum begitu diawasi, orang menangkap lubang dengan menggunakan portas,  hal tersebut karena lubang hidupnya memang bersembunyi di dalam lubang-lubang yang di aliri air dan hanya sesekali muncul kepermukaan itu pun saat malam hari untuk mencari makan, namun dewasa ini pengunaan portas sangat dilarang di samping memang harganya juga relatip mahal dan sulit didapat.
Menangkap lubang dengan menggunakan portas secara satuan, yaitu dengan cara mengucek portas pada saluran pemasukan air (inlet) pada lobang bebatuan di sungai yang diperkirakan sebagai lobang (rumah tempat bersembunyinya ikan lubang), biasanya inlet tersebut ada di sawah yang posisinya di atas sungai dan lobang tersebut bermuara di sungai, bilamana di dalam lobang tersebut terdapat ikan, niscara iakannya akan keluar dalam keadaan mabuk dan mudah ditangkap . Kalau secara masal  maka aplikasi portasnya secara sekaligus dalam jumlah banyak dikucek di hulu sungai  sehingga air yang telah tercemar dengan cairan portas akan  mengalir ke muara yang sekaligus juga berbagai ikan yang ada di sungai tersebut akan mabuk (teracuni) dan menjadi mudah di tangkap.

Dewasa ini orang lebih suka menangkap lubang dengan cara diusep/pancing, dan ngusep lubang relatip lebih bersipat hiburan karena hobi, dan kalau kebetulan sedang beruntung bisa berhasil yang utama adalah sensasinya dari pada hasil materinya itu sendiri adalah hal nomor dua. Untuk dapat berhasil ngusup lubang maka hal-hal yang patut diperhatikan adalah :

1.  Tidak semua lobang bebatuan di sungai dihuni ikan lubang(sidat) dan yang diperkirakan dihuni adalah:
    • Lobang bebatuan tersebut brsifat sebagai saluran air (ada aliran air) yang terus menerus, dan diperkirakan panjang/dalam,
    • Tidak bersifat curam tapi melandai dan diperkirakan berongga di dalamnya,
    • Pada autletnya dipermukaan bisa diamati, biasanya kalau lobangnya dihuni biasanya akan terlihat sisa-sisa makanan atau buangan dari penghuninya berupa cangkang siput atau cangkang kepiting,
2. Coba colok-colok lobang bebatuan tsb. dengan ranting yang agak panjang, bila masuk agak dalam      mungin    itu kreterianya,
 
3.Cabut ranting tersebut  dan pasangi umpan lalu masukan lagi, kalau kebetulan lobang tersebut ada penghuninya biasanya dari reaksi terhadap umpan yang dipasang di ujung ranting tadi maka dapat diprediksi kira-kira apa yang ada di dalamnya.

4.  Jika diprediksi yang menghuni lobang tersebut adalah lubang  maka  coba masukan pancing yang sudah diberi umpan, niscaya kalau lagi beruntung pancing tesebut akan strike dan memberikan sensasi yang luar biasa antara tarikan yang sangat kuat berpadu dengamn rasa khawatir takut lepas.

Lebih lanjut untuk lebih berhasil ngusup lubang yaitu dengan cara menyebar pancing sebanyak-banyak  pada cekungan  sungai (leuwi) / diteger  yang diperkirakan ada lubangnya, dan biasanya disebar menjelang terbenam matahari/menjelang malam, karena lubang bersifat nokturnal (aktif di malam hari), lalu satu jam kemudian dapat di cek dan kalau lagi beruntung satu atau lebih biasanya ada yang mengena.

Kamis, 07 Maret 2013

Resep Oseng Genjer



Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
200 gram genjer ( pucuk, tangkai/bunga yg belum mekar), dipotong-potong dan rendam dengan air panas (dileob)
50 gram oncom / tempe yang sudah agak bosok,
  5 buah cabai hijau besar / Kriting , dipotong-potong
1 buah cabai merah besar, dipotong-potong
1 sendok teh kecap manis
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula merah sisir
1 tangkai bawang daun, dipotong-potong
1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
2 siung bawang putih
5 butir bawang merah
2 buah cabai merah keriting/rawit, bila suka suka pedas,

2 butir kemiri
1 cm lengkuas
1/4  sentok  makan ketumbar
Cara Pengolahan :
  1. Goreng oncom / tempe setengah matang lalu masukan cabe hijau lalu angkat/tiriskan,
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, masukan irisan  bawang daun biarkan sampai harum.
  3. Tambahkan oncom/tempe dan cabe hijau yang telah digoreng setengah matang aduk rata sampai agak matang
  4. Masukkan  genjer yang sudah di leob  ( diseduh dengan air panas) dan diperas , kecap manis, garam, dan gula merah lalu aduk-aduk dan masak jangan terlalu matang

 

 (untuk 5 porsi)