Selasa, 26 Maret 2013

P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya)

P 4 S


Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S)  adalah: lembaga pendidikan/Pelatihan di bidang pertanian dan pedesaan yang dimiliki dan dikelola oleh petani-nelayan baik secara perorangan maupun berkelompok, dan bukan merupakan instansi pemerintah. 
 
APA TUJUAN P4S? 
 
1.      Tujuan Umum 
Terselenggaranya program-program pelatihan bagi para petani-nelayan di bidang pertanian, perindustrian dan usaha pedesaan lainnya secara teratur dan berkesinambungan. 
 
2.      Tujuan Khusus 
a.  Berkembangnya swadaya petani-nelayan dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan berusaha sesama petani-nelayan. 
b.  Meningkatkan ketrampilan dan kecakapan petani-nelayan pemagang serta keyakinanya terhadap usaha tani sebagai pekerjaan atau sumber mata pencaharian. 
c.  Tumbuhnya kreativitas, sikap kritis, rasa percaya diri, dan jiwa kewirausahaan petani-nelayan pemagang. 
d.  Meningkatkan ketrampilan, kecakapan dan rasa percaya diri petani-nelayan pemagang maupun petani-nelayan pengajar. 
e.  Tumbuh dan berkembangnya hubungan sosial dan interaksi positif antara sesama petani-nelayan. 

APA PRINSIP-PRINSIP P4S ? 
Prinsip-prinsip P4S mempunyai azas dan ciri sebagai berikut: 
1.  Azas-azas P4S adalah demokrasi, swadaya, pengembangan usaha, dan keterpaduan. 
2. Ciri-ciri P4S adalah dikelola secara swadana oleh petani-nelayan yang usahataninya maju, terletak di lingkungan usahatani milik pengelola dan dilaksanakan dengan prinsip permagangan, serta mendapat dukungan pemerintah daerah setempat.
 
BAGAIMANA ORGANISASI DAN MANAJEMEN P4S? 
Organisasi P4S adalah sederhana dan dikembangkan sesuai kebutuhan. Keseluruhan manajemen P4S harus mampu mengakomodasi bentuk pelatihan yang bersifat permagangan yang menekankan pada keakraban dan kekeluargaan antara peserta pelatihan dan pengajar/induk semang. Sebagai lembaga swadaya masyarakat P4S dapat bernaung di bawah badan hukum yang berbentuk Yayasan atau Koperasi. 
 
SIAPA SAJA PESERTA DIDIK P4S? 
Peserta didik P4S adalah petani-nelayan khususnya pemudatani-nelayan/tarunatani-nelayan dan anggota masyarakat lain yang berminat mengembangkan usaha di bidang pertanian maupun non-pertanian. Peserta yang dilatih dapat perorangan ataupun berkelompok. 
 
Pelatih pada P4S pada dasarnya adalah para petani-nelayan pengelola P4S, yang dapat dibantu oleh para kontaktani-nelayan sekitar, guru, widyaiswara serta penyuluh pertanian setempat dan tenaga lain yang dianggap perlu. 
 
SARANA PRASARANA YANG HARUS DIMILIKI PENGELOLA P4S 
P4S seyogyanya memiliki sarana prasarana minimum sebagai berikut: 
a. Tersedianya lahan/obyek usahatani dan non-usahatani yang dapat dipakai untuk praktek. 
b. Tersedianya tempat menginap bagi peserta, baik di rumah petani pengelola maupun tempat lain di sekitarnya. 
c. Tersedia ruangan untuk berkumpul dan belajar.
d. Adanya rencana kegiatan belajar tertulis. 
 
BAGAIMANA PEMBIAYAANNYA? 
Biaya penyelenggaraan P4S pada dasarnya swadana yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara pengelolaan dan peserta. Tidak tertutup kemungkinan mendapat bantuan dari pihak ketiga sebagai sponsor. Bila perlu pengelola P4S dapat memberikan imbalan atau bentuk kompensasi lain kepada peserta.
 
BAGAIMANA PENGELOLAAN BELAJAR PADA P4S? 
Dalam menyelenggarakan P4S, perlu dibuat: 
 
1.   Rancangan pelatihan 
Merupakan kombinasi antara “ikut belajar sambil bekerja” dengan pembekalan pengetahuan/ketrampilan secara terstruktur, berupa bimbingan teori atau praktek, baik di ruangan kelas, laboratorium/workshop maupun lapangan. Rancangan pelatihan sebaiknya disusun sesuai dengan musim dan jenis usahatani. 

 
2. Kurikulum dan Materi 
Kurikulum dan materi harus disusun seluwes mungkin disesuaikan dengan permintaan peserta didik, serta kemampuan yang dimiliki oleh penyelenggara pelatihan. Dalam menyusun kurikulum dan materi pelatihan, penyelenggara dapat bekerjasama dengan Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP), Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian (BIPP), Balai Latihan Industri dan Instansi lain yang terkait. 

 
3.   Metode Pelatihan 
Metode belajar diutamakan yang memungkinkan peserta didik berpartisipasi aktif, dan menekankan kepada praktek, yang didasarkan atas pengalaman para pengelola. Pelajaran diberikan dalam bentuk kerja nyata sesuai dengan realitas di lapangan, sedangkan teori dalam bentuk kuliah/belajar di kelas hanya diberikan bila perlu saja. 

 
4.  Sistem Penilaian dan Akreditasi 
Setiap pengelola P4S seyogyanya melaksanakan penilaian terhadap peserta didik melalui ujian/evaluasi akhir peltihan, dan bagi yang lulus diberikan sertifikat. 
 
EVALUASI DAN BIMBINGAN LANJUTAN 
Bimbingan lanjutan oleh pengelola P4S kepada mantan peserta magang dilaksanakan dengan jalan menjalin ikatan kerjasama dalam upaya menyebarluaskan teknologi, informasi pasar dan pemasaran hasil usahatani/non-usahatani serta memberikan bimbingan dan sekaligus membantu memecahkan masalah yang dihadapi alumni peserta magang. 
Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi penyelenggaraan dan evaluasi hasil permagangan secara bersama oleh pemagang, pengelola dan pengaja

Memijahkan Ikan Gurame

PENDAHULUAN
Ikan gurami merupakan ikan asli Asia Tenggara yang penyebarannya meliputi beberapa wilayah Indonesia seperti Pulau Jawa, Sumatra & Kalimantan. Pada habitat awalnya ikan ini merupakan asli sungai ataupun rawa, ikan gurami merupakan herbivora atau pemakan daun-daunan, dan termasuk ikan yang mempunyai alat pernapasan tambahan berupa labirint.
Ikan gurami terkenal dengan pertumbuhan yang lambat sehingga hal ini memberikan peluang bagi para pembudidaya untuk lebih mengembangkan cara budidaya yang baik, praktis dan efisien untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan gurami. Kegiatan pemeliharaan ikan gurami terbagi atas segmentasi pemeliharaan yang panjang, mulai dari proses pemijahan yang menghasilkan telur hingga proses pendederan mencapai beberapa tahapan pendederan.


HABITAT
 
• Digolongkan ikan DATARAN RENDAH dan OMNIVORA
• Habitat alami : Sungai, Danau dan Rawa
• Temperatur optimum 27-30 °C, pH 7-8, kandungan oksigen 4-5 ppm.
• Lebih menyukai kolam, dengan dasar tanah
• Menyukai air yang tenang dengan kedalaman 70-100 cm
• Peka terhadap cahaya terutama pada malam hari dan perubahan kualitas air mendadak
• Kebiasaan makan mempunyai sifat yang cenderung kearah aktif pada kondisi menjelang gelap
• Menyukai pakan yang ada di permukaan
• Hindari penangkapan saat hujan

MORFOLOGI INDUK BETINA DAN INDUK JANTAN

URAIAN                              BETINA                                           JANTAN

Dahi                                 Tidak ada Penonjolan                        Ada Penonjolan

Dasar Sirip                       Gelap/Kehitaman                               Terang
Dada

Tutup Insang                     Putih Kecoklatan                               Kekuningan

Sirip Ekor                         Ujung sirip ekor                                 Ujung sirip tampak rata,
                                         tampak melengkung &                       bila ditidurkan bergerak-gerak
                                         tidak bergerak                                   ke atas

Induk Gurami Betina

Induk Gurami Jantan
 
PEMILIHAN INDUK SIAP PIJAH
Ciri-ciri induk jantan siap pijah adalah adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal, dan tidak adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terang dengan perut membentuk sudut tumpul, bila bagian perut ditekan akan mengeluarkan sperma berwarna putih. Sedangkan induk betina yang siap pijah ditandai dengan bentuk kepala bagian atas datar, rahang bawah tipis, dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuh lebih terang dan bentuk perutnya besar bulat, bila bagian perut ditekan kearah kelamin akan mengeluarkan telur berwarna putih.
Selajutnya perlu dipahami  bahwa tidak semua induk siap pijah merupakan indukan gutrame yang baik, biasanya  indukan gurame yang baik  mempunyai kreteria tersendiri salah satunya adalah untuk indukan gurame jantan relatip badannya pleksibel/lentur dan biasanya khusus indukan harga sangat mahal. 

PEMIJAHAN
Induk yang sudah matang gonad siap untuk ditebarkan di kolam pemijahan. Kolam pemijahan merupakan kolam khusus yang ukurannya tergantung jumlah induk yang dimiliki, ukuran minimumya 20 m2 dan maksimum dapat mencapai 1000 m2 dengan kedalaman ideal 0,8 m - 1,5 m. Kolam induk sebaiknya dekat dengan kolam pemijahan sehingga memudahkan proses pemindahan induk ikan. Padat tebar induk ikan gurami diusahakan 1 ekor induk ikan yang bobotnya 3-5 kg per ekor sebaiknya memiliki areal untuk bergerak bebas seluas 5 m2. Penebaran induk dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan yang bobotnya mencapai 3-5 kg dan 3 ekor betina yang bobotnya minimal 3 kg.
Ikan Gurame kalau memang sudah siap memijah yang sudah matang gonad biasanya  juga dengan sendirinya akan membuat sarang walaupun bukan dalam kolam  khusus, hal ini sah-sah saja namun perlu di pahami bahwa jikalau ikan gurame memijah/membuat sarang dalam kolam  secara liar maka ikan jenis lainnya bersifat predator  jadi manakala sarang tidak segera dipindahkan niscaya telur-telur gurame tersebut dapat dimakan oleh ikan  yang bersifat kanibal  seperti ikan mujair. HGal demikin juga juga  biasanya hasil  pemijahan berupa telurnya  disamping relatip sedikit juga biasanya kurang bagus yaitu tingkat penetasannya  sangat rendah.

Proses pemijahan biasanya akan berlangsung yang diawali 1 minggu pertama induk jantan telah memulai membuat sarang, lamanya membuat sarang lebih kurang 6 hari kemudian induk betina yang sudah siap pijah memiliki naluri akan segera berpijah setelah sarangya siap, terjadinya proses pemijahan selama 2-3 hari, induk betina segera mengeluarkan telur-telurnya dan secara bersamaan pula induk jantan menyemprotkan sperma dan terjadi proses pembuahan telur oleh sperma jantan. Proses perkawinan akan diakhiri apabila jantan telah menutup sarang, dengan ijuk atau sejenisnya. Keberhasilan proses pemijahan dapat diamati pula dengan melihat pemukaan kolam yang ada sarang guraminya terlihat keluar banyak minyak dipermukaan air dan tecium bau amis dan juga bahwa  kalau sudah memijah maka  mulut sarang gurame  biasanya ditutupi oleh ranting dan dedadunan.
PENETASAN TELUR
Pengambilan sarang yang berisi telur dilakukan secara berhati-hati dengan cara memegang sisi luar bagian paling bawah sarang dan sebaiknya sarang tidak diangkat begitu saja, tetapi menggunakan wadah berupa ember atau baskom yang berisi air dan diberi Metheline Blue dengan perbandingan 5 cc obat untuk 5 liter air. Selanjutnya sarang dan ember tersebut dibawa ke tempat penetasan.
Penetasan dapat dilakukan di dalam paso atau baskom maupun di dalam akuarium. Air di dalam baskom atau akuarium diberi aerasi atau supplay oksigen dan setiap hari dilakukan pengambilan telur-telur yang tidak menetas atau berjamur supaya tidak menular ke telur yang sehat. Biasanya telur gurami akan menetas setelah 36-41 jam.
PEMELIHARAAN LARVA
Setelah telur menetas, larva dapat dipelihara dalam paso atau baskom  dan  atau  media yang relatip cukup  besar dapat berupa drum, memiliki  kelebihan daya  tampungnya/volume  airnya lebih banyak sehingga  suhu relatip stabil. Selama 8-10 hari sampai kuning telur habis. Bila penetasan dilakukan di dalam akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan  namun yang harus diamati adalah tingkat kepadatan, jadi jika terlihat terlalu padat maka perlu dibagi dua  ketempat lainnya. Selama pemeliharaan di akuarium, penggantian air perlu dilakukan untuk membersihkan air dari minyak yang dihasilkan saat penetasan. Suhu dipertahankan pada kisaran 29-30 derajat celcius.
Pemindahan larva dari lokasi penetasan ke lokasi pembesaran / pendederan dapat dilakukan dengan menggunakan baskom atau ember. Larva dimasukkan ke dalam ember bersama air dari tempat penetasan sehingga larva tidak stres. Sebaiknya pemindahan ke kolam atau tempat pendederan dilakukan pada pagi atau sore hari dimana pebedaan suhu antara air media penetasan dan air media pendederan atau kolam tidak begitu mencolok.
PEMBERIAN PAKAN
Pakan mulai diberikan setelah larva berumur 8-10 hari atau setelah kuning telur habis. Pakan yang diberikan adalah pakan alami yang bisa berupa artemia, kutu air berupa daphina atau moina, cacing sutera. Jenis pakan yang diberikan ini disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Frekuensi pemberian sebanyak 4-5 kali sehari.
Untuk larva yang dipelihara di akuarium, pemberian pakan dapat diberikan sebanyak 2 sendok makan untuk 1000 ekor larva setiap pemberian. Ketika sudah semakin besar, kepadatan larva dalam satu akuarium dapat dikurangi. Larva yang dipelihara dalam akuarium selanjutnya dipelihara hingga menjadi benih yang siap ditebarkan ke kolam pemeliharaan benih.
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DALAM USAHA PEMBENIHAN IKAN GURAMI 
Berikut ini beberapa permasalahan yang sering ditemui dalam usaha pembenihan ikan gurami :

1. Induk Malas Memijah
    Induk gurami yang telah matang gonad kadang-kadang tidak mau memijah. Hal ini sebagian besar diakibatkan karena kondisi lingkungan kolan yang tidak nyaman bagi indukan atau indukan belum benar-benar matang gonad. Cara mengatasinya adalah dengan memijahkan induk yang benar-benar telah matang gonad dan kolam pemijahan jangan terlalu padat, cukup 40 ekor/1000 m2 atau bisa juga dengan perbandingan 3 betina : 1 jantan untuk kolam dengan ukuran 4m x 3m.

2. Jumlah Telur Sedikit
    Hal ini bisa disebabkan oleh umur induk yang terlalu muda. Untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan induk jantan yang  telah berumur 4 tahun dan induk betina yang berumur 3 tahun.

3. Telur Tidak Menetas
 
 Telur yang tidak menetas bisa disebabkan oleh kualitas induk yang kurang bagus dan penanganan sarang yang salah sehingga telur mati. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan induk yang kualitasnya benar-benar memenuhi syarat sehingga telur yang dihasilkan bagus mutunya dan tidak mengangkat baskom atau ember begitu saja akan tetapi sarang diangkat bersama dengan air kolam pemijahan agar telur tidak terkontaminasi dengan udara luar.

4. Tubuh Benih Berwarna Hitam
 
Kondisi ini disebabkan oleh gangguan velvet yang menyebabkan kulit benih menjadi berwarna gelap dan berlendir. Pemicunya adalah karena suhu air penetasan terlalu rendah. Hal ini dapat diatasi dengan pemasangan pemanas atau heater untuk menjaga suhu air media penetasan tetap pada kisaran yang sesuai.

PROSPEK PEMBENIHAN  GURAME

Ikan gurame relatip memiliki nilai jual tinggi, demikian juga  halnya dengan benih ikan gurame yang mana pada umumnya benih gurame dijual satuan dengan harga tertetu sesuai dengan tingkat/segmen ukurannya dari mulai  telur, larva, benggol/coin, garfit, kepalan dll sudah laku terjual.

Dengan demikian kalau saja segala kendala dalam proses  pemijahan gurame dapat diatasi dan bisa menghasilkan kwalitas bibit gurame yang baik niscaya akan sangat menjajikan bagi pelaku usahanya.  
 

Rabu, 20 Maret 2013

Saha Dalang-Na

Nalika baheula pami bade nonton wayang  anu jadi sasaran teh lain carita atawa wayangnya, lantaran ari wayang sarua tina kai jeung carita nyatut tina kisah mahabarata baratayuda. Biasana pami dalang ti jalur Sunarya  penonton kacida ramena, atuh pami belah murang biasa na dalang emo oge cukup lumayan loba nu lalajo da kasebutna wayang modern  nu di buka ku gunung bitu, caah  sarta prilaku masyarakan anu  ker naluaran kai samena-mena............. sebagai pesan moral.

Dalam terminologi etimologi dalang diartikan sebagai jalma anu ngomong sorangan niru sabaraha sora  nyaritaken lalakon  anu diperagaken ku wayang bari digeraken sakumaha petana.
Pengertian dalang di adopsi untuk pengertian lain dalam kondisi berbeda tapi bernuansa yang sama. Konon ceritanya bahwa " Sim kuring mah nyalon kuwu teh kumaha cek dalang, jadi ku kajadian ayana kisruh dina pemilihan oge kumaha cek dalang, lanjut...........lanjut, titah euren .......euren"   kitu tah bejana teh.

Tapi lamun numutken kana sumpah jabatan mah sabenernya  nu kudu jadi dalang di desa mah kudu na  teh kapala na, ulah ieu mah  kabeh jadi dalang, tapi kulantaran tadina ge di dalangan kubatur memang akhirna hese memposisikan diri jadi dalang. Ngan saha dalangnya......... apakah  masih pipiluen si dalang eta   kana kisruhna di Mekarwangi ayeuna.

Jeung deuih ceuk urang belah wetan kaler mah  batas cikurutug belah dieu saeetik "da basa  harita diudag jeung digegel babi mah iwal ti ku tatangga anu deket ditarulungan teh, na ari kamari bet ngadukung kanu jauh......... apakah itu sudah merupakan suatu konspirasi dari awal sehingga lebih mepercayakan bendahara pada kaur umum daripada kaur keuangan............. tah kieu buktosna  !  


 


 


a n o m a l i

Sebagai hasil ivestigasi oleh satu tim yang solid, kompak, mumpuni dan tidak diragukan lagi kopentensinya serta ditunjang oleh nara sumber yang sama sebagai mana paparan kami sebelum-sebelumnya yaitu paisar family (sarimbit) minus cicit........da belum bisa berargumentasi (kauninga kusadayanya da nembe dicukuran kamari malem senen bet enya ges diwawancara asa kurang manusiawinya), maka tim sepakat/mupakat suara bulat utuh disimpulkan bahwa ANOMALI  + KLIRUMONOLOGI pada mulanya adalah saudara kembar yang beda waktu lahir teu saindung beda bapa. Tapi nanti dulu jangan berprasangka jelek (ulah su'udzon) sok we rendengken tingali ti kadeuketan.

Klirumonologi merupakan fokus bahasan kami yang lalu jadi dalam hal kesempatan ini relatif hanya akan menyoroti saudara kembarnya itu tadi yaitu Anomali. Pada awalnya terminologi anomali lebih digunakan dalam peristilahan Meteorologi (lain Metrologi) dan Geofisika yaitu suatu lembaga nu khusus membidangi atau boleh dikatakan babaturan pawang hujan jadi tukang ramal cuaca, ngan  pawang hujan mah lolobanya nyarang (nyaram hujan) da kitu pamenta konsumen/pasen nu malayar na ge.

Anomali atau yang lajim digunakan yaitu peristilahan "Anomali Cuaca"  dapat dikatakan sebagai momoknya petani (punten sanes memek ibu tani),  sebagaimana hal dimaksud adalah diartikan penyimpangan yaitu situasi manakan belum saatnya musim hujan tiba-tiba musim  hujan datang lebih awal, atau sebaliknya.  Tapi untung bagi petani yang akrab dengan Badan Meteorologi dan Geofisika yang memang oleh badan tersebut sudah dapat memperkirakan hal itu akan terjadi, walaupun  masih sering loba salahna maka petani akan segara menyikapinya dengan arif dan bijaksana dengan langkah antisipasi yang tepat guna dan tepat sasaran efektip/efisien untuk menghindari gagal panen dengan langkah strategisnya hasil konsul dengan penyuluh pertanian yang sudah barang tentu sebagai staf BP3K kecamatan Sukamantri yang sengaja datang atas Undangan si Ekbang Andi Lala. ....... Contoh kongkrit adalah, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisik bahwa akan terjadi musim hujan yang lebih dini dan pada saat yang bersamaan sebenarnya pohon durian baru akan berbunga dimaklumi pula bahwa manakala pohon durian berbungan saat musim hujan, menurut majalah TRUBUS edisi lawas maka niscaya  bunganya banyak yang akan rontok berguguran maka  petani akan gagal panen durian,  oleh karena itu petani durian yang mumpuni harus  segera  memupuk pohon durian itu dengan unsur K (Calium) yang lebih tinggi  yang dilanjutkan  dengan memberikan sekedar naungan di atas pohon durian itu  (kabayangnya pami tangkal kadu di makam di tiungan ku pergola polycarbonet ku j aos da lebah kangencep, atawa kontruksi baja ringan ti nuansa..  hade jigana ).

Ulah waka serius da eta mah nu di luhur sanes bahasan pokok, pami nu ieu mah memang tos rada mendekati,... Istilah anomali dewasa ini sudah banyak dicatut oleh berbagai disiplin ilmu baik lebaga negara maupun swasta, contohnya dalam forum ILC manakala materi bahasannya menyangkut "PKS di Pusaran Impor Daging Sapi" disitu kata anomali banyak dirangkai dalam menyusun kalimat  untuk memberikan pengertian pada suatu kesimpulan bahwa "telah terjadi  penyimpangan dari situasi status quo sikap prilaku kader dan petinggi PKS sebagai  partai para pendakwah/cendekiwan muslim alumni lulusan luar negri  yang mulai terindikasi disangkakan terlibat KORUPSI" ....  itu katanya  sebagai anomali.
Intinya  adalah bahwa kalau ada yang  pernah ambil  peran  dalam  lingkungan  Birokrat, abdi negara abdi masyarakat, asa piraku ges jadi menak tong waka sombong lah, da lolobana  paling oge berperan sebagai tukang ojeg ngarangkep makelar motor kali-kali jadi tukang urut, eta ge lamun ges beres macul atawa boga jukut. Tapi biarlah apa pun latar belakangnya jangan berkecil hati toh pada akhirnya sama saja, pada setiap strata tatanan  masyarakat  dewasa ini  kerap terdengar "harewos"  yang mengatakan  bawa  kade tong dibejaan si eta mah  da jalmana hese ngarti ..... padahal yang sebenarnya  makna  yang hakiki dari  prilaku berbisik-bisik itu  bahwa "mari  kita berbuat jahat  dan wanti2 orang baik harus diwaspadai" . Apakah ini anomali juga  yang menyimpulkan bahwa orang baik jujur justru yang harus diwaspadai....... dan mari kita simpulkan,  kami tetap pada komitmen awal  untuk intropesi diri untuk digeingken kalau-kalau ini juga sebenarnya adalah   KLIRUMONOLOHI.




 
 

Dari Bale Panglawungan menuju Bale Watangan

Kumahanya karunya meren da batur salembur..........

Senin, 18 Maret 2013

Kelirumologi Konsep Pemikiran

Pernah dengar konsep ‘kelirumologi’? Buat yang belum tahu, ini adalah konsep yang pernah dicetuskan Bpk. Isar Sarimbit...(Punten salah nyebat nami...heuheueu..!)Jaya  Suprana maksud saya,tahu kan siapa Jaya Suprana? Pasti tahu dong! Iya kan? hahahhaa...
Sesuai dengan akar katanya ‘keliru’, konsep ini mencoba mengungkapkan bahwa dunia ini penuh dengan kekeliruan-kekeliruan.
Well friends, what do you think? Kalau saya sih setuju-setuju saja dengan keberadaan konsep itu. Coba saja perhatikan, gali, dan pelajari diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita; saya yakin setiap orang pasti pernah melakukan sebuah kesesatan logis, argumen yang tidak terarah, atau argumen yang cacat. Misalnya, kita berargumen atas sebuah pendapat pribadi kita yang sebenarnya kebenarannya juga masih diragukan… tapi karena kepiawaian kita berbicara/berkomunikasi, maka orang-orang yang mendengar kita menjadi begitu yakin bahwa pendapat kita benar (hahahaha…. jangan-jangan sebenarnya tulisan ini juga sedang membuat argumen tidak terarah buat para pembacanya…. Memangnya pendapat saya tentang kelirumologi ini bener gitu??? Hahahaha….).
Keberadaan konsep kelirumologi ini juga toh tidak bisa dibantah secara keilmuan, -setidaknya oleh ilmu filsafat-. Dalam ilmu filsafat kan jelas-jelas ada konsep-konsep argumen yang keliru seperti Argumentum ad Hominem, Argumentum ad Baculum, Argumentum ad Misericordiam, Argumentum ad Ignorantiam, dsb (yang belum tau makna istilah-istilah ini silakan bertanya! Kalau diterangin di sini mah kepanjangan atuh!), yang memang membuktikan bahwa setiap orang (tanpa kecuali) pasti pernah bernalar secara keliru, paling tidak dengan alasan mencari pembenaran atas pendapat/pemikirannya.
But wait! Sebelum ocehan ini diteruskan, sepertinya ada yang lebih perlu kita pikirkan deh! Yaitu, terlepas dari keliru atau tidaknya sebuah statement ataupun perilaku seseorang, kita harus juga berpikir tentang: definisi keliru itu sendiri apa sih? Bisakah kita membuat batasan mutlak atas kata ‘keliru’? Dan sejauh mana sih sebenarnya kita bisa disebut keliru atau tidak keliru?
Let’s think….. Mencuri itu keliru ga? Berbohong itu keliru ga? Marah itu keliru ga? Poligami itu keliru ga? Aborsi itu keliru ga?  Gimana tuh? Kalau keliru, keliru menurut apa/siapa? Kalau benar, benar menurut apa/siapa?
Kalau kita memakai batasan yang dimiliki etika (filsafat moral), apakah kita bisa benar-benar yakin bahwa hal-hal disebutkan di atas adalah mutlak keliru? Toh, sebuah moralitas yang dianggap universal dan absolut pun pada akhirnya selalu bersifat ‘prima facie’ (=kemutlakan yang masih bisa dikalahkan kemutlakan lain yang lebih tinggi/lebih urgent). Dengan kata lain, segala hal di dunia ini (menurut saya) selalu berada dalam wilayah kenisbian. Ga ada yang mutlak (kecuali Tuhan tentunya). Bahkan agama pun (lagi-lagi menurut saya) menawarkan kenisbian yang sama (Nah lho, kalimat terakhir ini pasti banyak diprotes! Hahaha…. ). Misalnya aja gini deh…. Menurut ilmu fiqh, makan babi itu haram buat orang Islam. Tapi ketika tidak ada makanan lagi di dunia ini, kita kan akhirnya dibolehkan juga makan babi. Atau…. Mencuri itu haram dan dosa. Tapi seorang istri yang tidak pernah diberi nafkah materi oleh suaminya yang sangat pelit, ternyata dibolehkan lho untuk ‘mencuri’ uang suaminya (ini kata seorang ustad lho, bukan kata saya. Jadi kalau ada istri yang nyuri uang suami, si suami sebaiknya introspeksi diri dulu sebelum marah-marah: “Pelitkah saya?” hahahaha….).
See? Agama pun punya kenisbian….
Jadi kalau menurut saya sih, yang bisa dibilang tidak keliru adalah (walaupun mungkin pendapat saya ini pun keliru juga! Maafkan saya…. hahaha) ketika sebuah statement atau perilaku bisa eksis/diterima oleh orang lain dengan kerelaan dan keikhlasan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Ngerti ga maksud saya? Kalau ga ngerti…. jangan kuatir, belum tentu ketidakmengertian anda disebabkan karena anda kurang pintar, melainkan bisa jadi karena sayalah yang keliru menerangkan!
Oke deeeeeh, yang penting jangan pernah takut untuk keliru selama anda bisa mempertanggungjawabkan semua kekeliruan anda dan mau memperbaiki diri setelahnya. Lagipula kata filsuf Sahrie (saya menyebut tokoh filsafat yang terkenal dengan teori falsifikasi ini sebagai Bapak Kekeliruan), dari kekeliruan-kekeliruan itulah kita pada akhirnya perlahan-lahan bisa mencapai kebenaran yang hakiki….
Well temans, akhir kata terserah anda deh apakah anda mau memandang tulisan ini sebagai sebuah kebenaran atau kekeliruan… Kalau ada hal-hal yang ga nyambung, ya harus dimaklumi juga, karena toh judulnya saja udah KELIRUMOLOGI. So, saya boleh dong mengoceh sebanyak-banyaknya secara keliru! :-D
(Lie 78, sebuah tulisan iseng yang terinspirasi dari hasil ngobrol usil dengan para mahasiswa magister dan doktoral Jurusan Filsafat dan Teologi, Gunung Bitung,Calodas.

Sabtu, 16 Maret 2013

Ada Apa Dengan (MU), Mekarwangi..........

Itulah kalimat yang terbersit di dalam angan-angan masyarakat Mekarwangi dewasa ini, karena problematika dari romantika - nya sebagai gambaran dinamika pemerintahan desa Mekarwangi kecamatan Sukamantri - Ciamis Jawa Barat, indonesia Asia Tenggara  yang termasuk dalam kawasan Benua Asia  di Jagat raya Bumi  dari salah satu planet dari sembilan  planet dalam gugusan bintang Bima Sakti/.

Terus terang sebagai salah satu elemen masyarakat dari tatar Mekarwangi di tutugan gunung Bitung, kalau saja hati ini tidak memiliki hal lain untuk dihadapi maka akan selalu menangis dan perih........dan memang air mata  dan rasa sendu ini sempat tidak tertahankan tatkala problematikanya dibuka dalam suatu wacana untuk mencari solusi   "DEMI MEKARWANGI KE DEPAN" !!! ( Bale Panglawungan, 15/03/2013